Showing posts with label Cerita GJ. Show all posts
Showing posts with label Cerita GJ. Show all posts

Sunday, 16 June 2013

Malem Minggu Sodhunk


Perjalanan dari Banyuwangi ke Jember malam ini sepertinya akan berjalan baik-baik saja. Perlengkapan sudah siap, laptop, tas kecil serbaguna, bontrot makanan untuk teman-teman di sekretariat SWAPENKA, sepeda motor kesayangan tadi siang juga sudah diservice  semua sudah komplit. Sebelum berangkat pamitan dulu sama Mbah, sama keluarga semua..hehehe

Jam 19.00 berangkat dari rumah tercinta, dan estimasi waktu untuk tiba di Jember adalah dua jam perjalanan. Ada hal yang aneh selama perjalanan malam ini, banyak cewek yang dibonceng laki-laki pake celana pendek, pendek banget malah, irit bahan. Dan itu lebih dari selusin pemandangan seperti itu, hemm baru ingat kalau malam ini adalah MALEM MINGGU. Lho kenapa kok aneh, celana ngirit gitu kan emang model jaman sekarang?? Ya aneh saja menurutku, wong saya yang pake celana panjang dan jaketan gini kedinginan. Apa lagi cewek-cewek itu? :-D

Ah, sudahlah lanjut saja jalannya.. Bye-bye cewek bercelana irit.....

Langit yang awalnya cerah, tiba-tiba jadi mendung saat memasuki daerah Kalibaru. Memang di kota ini jadi langganan hujan karena dekat dengan Gunung Kumitir. Semakin memasuki wilayah Kumitir aspal menjadi basah. Waw habis hujan kayaknya untung saja sudah reda soalnya saya lagi gak bawa jas hujan. Kalau kehujanan kan gak seru, malem minggu kelabu namanya..hehehe

Kendaraan yang lewat kumitir malam ini tidak seperti malam-malam biasanya, biasanya bisa sampai macet tapi malam ini hanya satu dua mobil saja yang lewat. Entah apa gara-gara ini malem Minggu ya? pada malmingan semua orang-orang ini. Sumpah Kumitir suepiiii.....! Baru saja melewati rest area Cafe Gumitir kabut tebal langsung menyambut, dan jarak pandang hanya 2 meter saja. Jalan pun sampai gak kelihatan gara-gara kabut. Tiba-tiba mobil sedan hitam nyelonong dari belakang nyalip tanpa permisi, melesat hilang ditelan kabut. Dan sendiri lagi....

Kelabunya malem Minggu di Kumitir dilengkapi dengan hujan yang turun. Keberuntungan saya tadi ternyata hanya hiburan semata, ternyata masih saja kehujanan. Udah gak bawa mantel, jaket basah, sendirian pula. Gimana nasib cewek bercelana irit tadi ya? Ehh, masih saja mikirin cewek bercelana irit padahal dirinya sendiri lagi kedinginan. -_-

Sekian......

Tips ( gak kurang penting):
1. Jangan lupa bawa mantel disaat berkendara, biar gak seperti saya.
2. Jangan ke Kumitir pas Malem Minggu, bisa-bisa anda sendirian di tengah gelapnya Kumitir.
3. dan jangan ngebut-ngebutan di Kumitir saat sedang berkabut. Ya iyalahhhh.


Saturday, 18 May 2013

Aroma Kedamaian Bernama Pandan


Dulu, ketika awal kuliah di kota kecil Jember ini, saya tidak sengaja terjebak hujan di emperan sebuah toko yang sedang tutup. Tepatnya di Jalan Kalimantan. Beberapa saat kemudian mata ini tertuju pada sesosok gadis manis yang ternyata sudah sedari tadi dia berada di situ, bersandar mepet tembok untuk menghindari cipratan air hujan. Dada ini langsung deg-degan ketika senyum nya menyapa dengan ramah. "Asyik, terjebak hujan bareng cewek." teriakku di dalam hati sambil senyum-senyum sendiri gak jelas.

Tuesday, 23 April 2013

Terbangun dari tidur panjang

Selamat pagi..! Oh, sudah siang ternyata.hehehe
Hari ini, tepatnya tanggal 23 April 2013, kuberanikan diri untuk membuka mata setelah sekian lama terlelap dalam mimpi buruk yang menyenangkan. Tidur dari menulis blog. Yaa, blog ini aku ibaratkan seperti sebuah rumah yang sudah lama tidak disambangi pemiliknya, banyak sawang dan berdebu. Kotor.
Tulisan ini adalah tulisan pertama di tahun 2013, semoga ini adalah awal untuk membuat aku rajin mengunjungi blog lagi dan terus berkarya. Sudah cukup tidurnya, sekarang waktunya untuk memulai bersih-bersih rumah.
Selamat pagi..!

Thursday, 1 November 2012

Sedang Terpesona pada Ekokritisisme (Ecocriticism)

Kata-kata yang menyenggol dengan 'eko' akhir-akhir ini membuat ku lebih sensitif.

Contohnya ya: Ekosistem, Ekologi, Ekonomi, dan eko-eko yang lainnya wes, tapi gak termasuk Mas Eko penjual melon lho. Dan, Ekokritisisme (Ecocritism) lah yang membuat saya klepek-klepek. Kok bisa?

Iya, ekokritik adalah sebuah bahasan baru atau teori baru yang akan menjadi bahan skripsi saya nantinya.,hehe amiien. Saya memakai teori yang aneh bin langka ini dikarenakan salah satu persyaratan untuk membuat skripsi Sastra sudah gak diperbolehkan lagi memakai teori-teori yang sering digunakan. Seperti teori psikologi-nya Freud. Mulai dari searching di Google sampai blusukan di jurnal-jurnal ilmiah demi menemukan si "Eko" ini, tapi alhamdulilah sudah nemu beberapa buku yang bisa menjadi acuan. Sampai sekarang, saya masih belum 'ngeh dengan arti ekokritisisme itu sendiri. Ada yang bilang bahwa ekokritisisme adalah suatu hubungan antara lingkungan fisik dengan karya sastra. Ada juga yang menghubungkannya dengan sebuah budaya. Waah bingung dah.. @_@

Butuh bimbingan dari para pakar nih. Mungkin mbak-mbak, mas-mas, dan adek-adek yang punya info berlebih tentang ekokritisisme ini mohon bantuannya.,hehehe
makasih yaa.

Saturday, 15 September 2012

Modem Cepet Panas? Kini Gak Lagi.....


Sekarang ini kebutuhan akan akses menuju dunia maya sungguh menjadi prioritas hampir dari setiap mahasiswa, termasuk aku sendiri. Karena fasilitas wifi yang kurang bersahabat, modem adalah salah satu alat yang paling praktis dan mudah dibawa kemana-mana. Ke WC juga bisa kok (sapa tau pengen posting sambil cari inspirasi di sana..hehe)

Nah, masalah yang paling sering muncul saat memakai modem yaa "modem cepat panas". Baru dipakai 1 jam aja ato bahkan kurang dari itu modem sudah kepanasan dan akibatnya koneksi internet-pun jadi terganggu.

Nah sebagai solusinya aku minta tolong ke pakar modif-memodif barang elektronik, Mas Odhol, untuk membuatkan kipas untuk modemku. Langsung saja berangkat membeli barang2 yg dibutuhkan.
1. kipas buat notebook 1 buah
2. kabel buat USB 1.5 meter
3. tali plastik (untuk mengikat kipas dan modem)

kipasnya persis kayak gini
Setelah semua bahan terkumpul,
Langkah awal; ngancurin chasing kipas dan hanya diambil 2 kipas yang ada di dalamnya. {(-_-) eman2.. padahal baru aja beli udah diancurin}.

Langkah kedua; Jepit modem dengan kipas dan tali di ke-empat sisinya dengan kuat
Langkah ketiga; Rapikan

Setelah semuanya selesai kira-kira penampakannya seperti ini



 Pembuatan kipas untuk modem sudah selasai, sekarang waktunya ujicoba ^-^

Kipas menyala, asyiikk..!


Koyok robot



Modem jadi Adem



Tuesday, 24 April 2012

Nggombal Mukiyoo

Pada suatu malam di sebuah terminal becak, entah tahun berapa saya lupa, yang saya ingat hanya harinya. Kamis wage.
Ada sepasang kekasih yang duduk di sebelah saya. Kalau gak salah namanya Kartini dan Kartono. Mereka terlibat pembicaraan yang sangat serius (kelihatannya sih..). Nguping ahh,.

Kartono: "Emm... Kartini, kamu tau nggak....?"
Kartini: "Enggak, Mas." (dengan wajah lugu nya, Kartini memandang wajah sang kekasih.)
Kartono: "Aku belum selesai ngomong Ni, jangan dipotong dulu!"
Kartini: "Baik, Mas. Memang tadi Mas Tono mau tanya apa to?(penasaran)
Kartono: "Kamu tau nggak kalau sebenarnya aku ini punya bakat terpendam?"
Kartini: "Bakat apa itu, Mas?"
Kartono: "Bakat buat ngebahagiain kamu." hehehe
Kartini: #klepek-klepek#....

Monday, 19 March 2012

Nunut Ngiyup

Sabtu, entah tahun berapa. Burung-burung bahagia di dahan Mahoni mulai mendendangkan kebahagiaannya. Sinar mentari berusaha menerobos masuk melalui celah-celah ranting yang berdansa dengan belaian angin pagi, secercah cahaya menyilaukan mata saat ku menatap ke atas. Lekas ku menghalaunya dengan tangan kananku.

Gubuk kecil yang aku jaga tiba-tiba di datangi oleh seorang lelaki paruh baya dengan pakaian seadanya. Sebuah tas ransel coklat tak ber-merek terliht lemas di punggungnya. Tubuhnya sekitar 150cm, rambut hitam-cepak,keriting, kulit tidak begitu kuning, dengan cekungan mata yang terlihat begitu jelas menghiasi wajahnya.

Dia duduk di bangku dari bambu dan menaruh ranselnya di sebelah kirinya. Sambil menyapukan pandangan, dia terlihat mencari sesuatu, atau tepatnya seseorang.

"Maaf, Mas. Ada yang bisa saya bantu?" tegurku pelan.
"Anu, Dek. Boleh saya nunut istirahat di sini sebentar, di gubug adek?"
"........"


SELESAI

Friday, 9 March 2012

TAWON ENDAS


tawon endas


Saya yakin hampir setiap orang pasti tahu atau minimal pernah mendengar nama hewan mungil yang satu ini. Ya, Tawon endas dan di daerah lain ada yang menyebutnya TAWON GUNG.

Tadi pagi, 9 Maret 2012, 06:32 WIB, saya jalan-jalan di kebun belakang rumah yang lumayan masih tertutupi oleh rerimbunan daun aneka jenis tanaman. Itu salah satu kegiatan rutin yang selalu saya lakukan ketika di rumah, menghirup udara pagi dan melihat-lihat tanaman pisang apa sudah ada yang siap panen, atau hanya sekedar membersihkan tanaman tersebut dari daun keringnya. Setelah tuntas ngubek-ngubek kebun, bawah pohon rambutan adalah pilihan tepat untuk merebahkan tubuh dan menghilangkan penat. Lha, tiba-tiba saat membuka mata saya tersadar kalau tepat di atas kepala saya, agak ke kanan sedikit, terdapat seonggok sarang tawon endas yang menggelantung dengan seksinya dihiasi dengan penghuninya yang hilir-mudik bergantian memasok bahan makanan ke dalam sarang. Ada juga yang hanya sesekali ber-patroli di sekeliling sarang.

Tentu saja jantungku berdegup kencang seketika. Kenapa? Ya, tentunya ngeri berada pada posisi sedekat itu dengan segerombolan koloni tawon yang terkenal akan keganasannya tersebut. Dan tak kenal ampun!. Siapa tau ada seekor tawon yang iseng pengen ngentup karena melihat ada orang yang keren di bawah sarangnya.

Rumah tawon endas di dahan rambutan itu sebenarnya belum terlalu besar daripada sarang-sarang tawon endas yang pernah aku lihat saat masa SD dulu. Yang ini sih hanya seukuran bola sepak. Dulu, saya pernah melihat sarang tawon yang sepanjang anak kambing yang baru lahir. Itu pengelihatan saya ketika masih SD lho, jadi ya kelihatan besar sekali..hehe

####

Saya ingat kejadian jahil ketika saya masih duduk di kelas 3 Sekolah Dasar. Waktu dimana masih senangnya bermain saat sepulang sekolah dan malas tidur siang. Kami berlima, Huda, Oni, Deni, Susan, dan Saya sendiri tentunya, main ketapel. Tujuannya tak lain adalah untuk berburu burung atau tupai. Tetapi, setelah sekian lama nggak mendapatkan buruan kami melihat ada rumah tawon raksasa bergelantungan. Ahaa.. insting jahil kami muncul dan hanya dengan satu komando, rumah tawon ganas itu dihujani batu dan membuatnya berbentuk abstrak, rusak gak karuan. Kalian pasti tahu apa hal selanjutnya yang akan terjadi. Ya, Tentu saja kami lari tunggang langgang dikejar oleh se-koloni tawon endas yang ngamuk karena rumah mereka diganggu. ada yang menembus semak-semak belukar penuh duri, ada yang berinisiatif langsung nyemplung ke kali, dan ada yang lari secepat-cepatnya pulang kerumah.

Keesokan harinya saya bertemu Si-kerempeng, Deni, sambil sedikit menahan tawa saya mengamati ada hal yang berbeda di tubuhnya. Deni duduk di depan rumah dengan bentuk wajahnya yang aneh, kepalanya tersengat tiga kali. Dan ini mengakibatkan kepalanya bengkak, sampai untuk membuka mata pun dia seperti mengerjakan soal ujian matematika, suliit.!. Bentuk tubuh dan kepalanya menjadi tidak proporsional lagi, kalian bisa bayangkan sendiri bentuknya seperti apa. Anak kelas 3 SD, Bertubuh kerempeng dengan kepala bengkak. Mungkin kayak Ulat.

Kita kembali lagi ke tawon endas yang pemberani. Mereka sebenarnya adalah hewan yang cuek, buktinya tadi pagi, meskipun saya berada di bawah sarangnya dalam kurun waktu yang terhitung lama, mereka cuek saja. Tetapi ada hal yang menarik dari Tawon ini, yaitu rasa peduli dan semangat kerja sama. Mereka peduli terhadap rumah tercintanya, kepada saudaranya, dan kerjasama tentunya untuk menyerang siapapun yang mengganggu rumah mereka.

BIARKAN MEREKA APA ADANYA! SELAMA TIDAK MENGGANGGU, JANGAN GANGGU MEREKA.!
AYAHAB...!!

Thursday, 8 March 2012

Rindu "Update Status" di Blog

Hmmm... Rindu, kangen, pengen ketemu, de el el sederetan kata-kata itu sebenernya artinya sama. Intinya, sudah lama gak ketemu dan pengen ketemu lagi. Rindu pengen nulis lagi se-adanya di Blog yang se-adanya ini. Setelah hampir satu bulan lebih, bahkan hampir dua bulan saya gak nulis, akhirnya baru malam ini kesampaian pegang keyboard warnet (maklum harus ke warnet dulu kalau mau nge-blog. hehe).

Biasanya cuma update status sak karepan di FB (fesbuk) lewat hape tiap dua hari sekali (bo'ong) sekarang beda, waktunya Update Status di blog. Tapi pas pegang keyboard kok malah bingung mau menulis apa, padahal dulu banyaaaak sekali hal yang ingin ditulis. Mulai dari perjalanan mancing di Situbondo yang gagal gara-gara air laut surut, kegiatan lucu, menyedihkan, dan mengharukan di sekretariat, jalan-jalan ke air terjun tancak di daerah Jember, sampai ngerjain Dewi Dhomiroh alias Kluwek yang lagi ulang tahun.

Yaa, saya coba untuk mengingat-ingat lagi. siapa tahu cerita-cerita tersebut bisa nambah koleksi status di sini... hehehe
Waah, tak terasa ternyata sudah pagi. Hujan dari tadi juga belum reda, kopi panas sudah menunggu saya, Kawan.

Selamat pagi..!
Sampai jumpa esok hari. dan,

Salam Lestari..!

Tuesday, 17 January 2012

Tilang Ohh Tilang

Perjalananku dari rumah menuju kampus pagi tadi (16/01) sama tidak mulusnya dengan jalanan yang kulewati.

Seperti biasa, saat akhir pekan ku sempatkan untuk mengunjungi rumah sejenak di Banyuwangi. Perjananan bisa ditempuh sekitar 2 jam dengan mengendarai sepeda motor, dengan kecepatan sedang tentunya (aku enggak berani ngebut-ngebut)..hehe. Jalan aspal yang kadang-kadang mulus dan sering berlubang setia membuat sepeda dan tubuhku berguncang sepanjang perjalanan. Untungnya kepenatan itu bisa sedikit hilang setelah sampai di gunung kumitir karena selain pemandangan yang terlihat begitu indah, udara dengan aroma pinus seakan membuat pikiranku tenang.

Tadi pagi, setelah berpamitan dengan Sang Nenek, langsung ku arahkan sepeda motor kesayanganku mengikuti jalanan yang seperti biasanya. Baru setengah jam perjalanan, tepatnya di kota Genteng, ada kerumunan orang di pinggir jalan dan beberapa polantas wira-wiri di sana. Aku kira ada kecelakaan atau apa. Ehh, ternyata ada operasian (tilang-an). Santai saja kulewati satu persatu polantas yang dengan semangatnya memberhentikan para pengendara yang lewat. Saat di Pak Polisi yang barisan paling akhir,aku disuruh menepi.

"Selamat pagi, bisa lihat surat-suratnya!" Sapa pak polantas dengan wajah sangarnya
"Oh, ini pak." sambil ku sodorkan STNK dan SIM dengan tenangnya.
"Ayo ikut saya..."
"...????"

Tuesday, 15 November 2011

"Es Coret"

Malam itu hujan baru saja selesai melaksanakan tugasnya. Tanah becek, jejak-jejak roda sepeda membekas dengan jelas di tanah, dan laron mulai bermanuver mengitari lampu di sebelah pohon Gambelina. Hawa segar terasa memeluk raga. Di sana, di sebuah gubug yang penuh keceriaan, terlihat anak2 berkumpul bersama. Termasuk aku.

Setelah hujan seperti ini selalu saja urusan perut yang datang, lapar. Mulai memikirkan rencana tempat nongkrong sambil memenuhi kebutuhan perut. Ide2 tempat dan beberapa jenis makanan yang meluncur dari mulut2 itu mulai berserakan di depanku. Di Jember biasanya aku kalau malam menjelang mulai merapat ke sebuah warung yang terkenal dengan kuliner "Wedang Cor" nya. Sebuah minuman maknyuus yang cocok diminum saat dingin seperti ini..

Tiba-tiba terdengar lolongan, ternyata ada sebuah usulan tentang menu kali ini.
"Bagaimana kalau beli Es Coret aja?"

semua hadirin terpatung mendengarnya, ada juga beberapa yang tertawa kecil saat mendengar kata tersebut. Gak Tau apa alasannya.

"Masak dingin dingin gini minum es mas? apa ada yang jualan es?"
"Ahh gampang, es coret otu ada dimana-mana.. di Jalan Semanggi, di Alun-Alun juga ada. meskipun hujan, es coret tetap jualan.

Apa Anda bisa membayangkan bagaimanakah wujud asli dari Es yang fenomena ini?? apakah es coret adalah es yang dicorat coret?
yang suka bercanda pasti paham.

Ternyata Es Coret ini adalah sebuah penanda lalu lintas dengan lambang huruf S yg dicoret diagonal. (Dilarang berhenti)hehehe. Ya selamat mencari Es Coret di sekitar Anda.

Friday, 30 September 2011

Mencoba Menjadi Mengerti

Untuk kesekian kalinya aku mencoba sesuatu yang gak aku tahu...
Setelah membuka blog yang telah lama gak pernah tak kunjungi ini, ada beberapa ikon yang aneh. aneh disini maksudnya aku sendiri kurang tau apa fungsinya..hehe

Langsung saja pencet-pencet tombol.. diatas itu kan ada kotak2 tulisan seperti Posting, Komentar, dan lain sebagainya. saat ku jelajahi kolom komentar ada banyak sekali list komentar2 yang masuk. Ternyata di kolom ini saya bisa melihat apa ada komen di blog ato enggak. (pengetahuan baru bagi ku yang masih belajar).

Saking banyaknya mulailah coba2 menghapus list komentar tadi, dari pada penuh lhoo.. setelah memencet tombol Hapus Konten hmm, alhasil seluruh komen hilang dalam sekejap..hehehe

Yahh mau gimana lagi, wong pak komputernya sudah memberi peringatan kalau menghapusnya permanen alias gak bisa di undo lagi. =_=
Tapi kalau gak gitu yo gak bakalan pernah tau apa fungsinya..hehe

Jadi marilah kita mencoba sesuatu yang baru, sekiranya itu gak membahayakan. pasti ada sesuatu disana..

Monday, 1 August 2011

Puasa Membawa Rezeki...... Uhuy

Kemaren, tepatnya tanggal 31 Juli 2011 adalah hari yang supeer sibuk sebelum Puasa.
Mulai pagi hari jam 05.00 WIB baru aja bangun dari tidur wes ngejar-ngejar ayam di pekarangan. Alhasil lima ayam yg nasibnya g sebaik ayam-ayam yang lain tertangkap..hehehe

Disembelih dan akhirnya tertidur dalam wadah raksasa di atas api, menjadi ingkung.

Siangnya sibuk di dapur bantuin buat kue apem. Terus sorenya ke pesarean (makam rek.). Malemnya selametan truz lanjut ke masjid...hehe Tarawih pertama selalu fuullll, tp hari demi hari pasti semakin maju Shaf-nya (tambah sitik).

***

Senin, 01 Agustus 2011 (awal puasa reek..)
Jam stengah 3 pagi udah bangun berkat longlongan sang alarm yg tak pantang menyerah berdendang, tak tanggung-tanggung empat alarm ku nyalakan..hehe
Langsung cuci muka, ambil piring, santaap sahuur. Nikmat sekali.

Packing perlengkapan untuk meluncur ke kota Jember.
Jarum jam di tangan tepat menunjuk pukul 04.35 WIB, sepeda motor keren sahabat touring ku, ku ajak menjelajahi dinginnya pagi serta segarnya rintik gerimis yg kadang2 menerjang wajah.

***

07.02 WIB sampai di sekret. sebelumnya pas pintu gerbang ekonomi aq melihat segerombolan, bahkan bergerombol-gerombol mahasiswa memakai baju setelan hitam-putih ternyata mereka adalah penghuni baru Universitas ku ini.. ahh lupakan saja mereka.

Setelah memandangi ikan-ikan di kolam depan, gazebo menjadi tempat tujuanku selanjutnya. Ber jam-jam bercengkerama dengan para Ketum seakan waktu berjalan dengan cepatnya.. Tak terasa udah jam 10.

Tiba2 Hape kuningku bergetar tanda ada SMS masuk... saat kubuka ternyata dari adek kelasku waktu SMA dulu, Wulan namanya.
"Mas sampeyan wes duwe cewek?"
"Durung Wul, ono opo?"
"Siipp, koncoku ono sing arep kenalan."

Hehehehe........ Rejeki pas awal puasa (batin ku). Ternyata prinsipku tentang cwe ada bnernya.

Pacar itu gak usah dicari ntar pasti datang dengan sendirinya jika memang sudah jodohnya.
uhuuyyy... Dapet kenalan cewek reekk...