Wednesday, 8 June 2016

Logo SWAPENKA Fakultas Ilmu Budaya

Perubahan nama Fakultas Sastra Universitas Jember menjadi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember menjadi kabar gembira yang ditunggu-tunggu oleh seluruh warga fakultas. Hal tersebut juga mempengaruhi SWAPENKA sebagai salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak di bidang kepencinta-alaman. Lho kok perubahan nama bisa berpengaruh terhadap organisasi? Iya, SWAPENKA adalah lembaga yang strukturnya terletak dibawah lembaga Fakultas.

Perubahan tersebut hanya mempengaruhi tulisan pada logo SWAPENKA saja, tidak merubah keseluruhan logo. Pada logo SWAPENKA yang lama tertulis "Fakultas Sastra Universitas Jember" nah tulisan inilah yang dirubah menjadi "Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember".

Sesuai dengan ketentuan dari organisasi, proses persetujuan pergantian logo telah ditetapkan pada Rapat Akhir Tahunan Anggota (RATA) XXV SWAPENKA yang telah diadakan pada tanggal 27-29 Mei 2016 dan dilanjutkan pada tanggal 4-5 Juni 2016 kemaren.

Sekarang tulisan pada logo SWAPENKA telah resmi berubah. Berikut ini adalah perubahan nya dari logo yang lama menjadi logo baru yang sudah diresmikan.
logo swapenka, swapenka fib
Logo lama SWAPENKA
logo swapenka, swapenka fakultas ilmu budaya
Logo baru SWAPENKA

Akhirnya Skripsi Gue Beres Bro!!!

skripsi sastra inggris
Kira-kira sudah satu tahun yang lalu blog ini saya telantarkan tanpa tersentuh sama sekali dengan alasan klasik bagi mahasiswa semester 14 lebih, ya skripsi. Gara-gara alasan skripsi lah saya tidak menulis disini. Namun, sekarang alhamdulillah tugas negara (skripsi) sudah selesai.

Perjuangan untuk menyelesaikan skripsi tersebut tidak semudah yang dibayangkan oleh adik-adik tingkat atau tetangga sekitar rumah yang selalu menanyakan kapan lulus... hahaha. Apalagi bagi mahasiswa yang hampir mendekati garis Drop Out (D.O). Tekanan jiwa dan raga terasa begitu berat. Pressing karena melihat adik kelas yang sudah diwisuda duluan, pressing dari para mantan yang sudah menggendong anak, dan pressing dari tukang tambal ban yang sekarang sudah naik haji.

Ibu Ketua Jurusan tidak lelah untuk menyemangati saya agar segera menyelesaikan skripsi, mulai dari cara yang halus sampai haluuuusss sekali telah digunakan nya. "Nak, jika bulan ini proposalmu belum siap silahkan mengajukan surat permohonan pindah kuliah.!" Nah, itulah kata-kata horor yang keluar dari Bu Kajur.

Sereeem Broo!! itungan nya sudah lama-lama kuliah selama hampir 15 semester masak disuruh pindah, kan eman-eman. Beban moral yang sangat sangat berat pastinya jika tidak lulus. Dengan sisa waktu yang kurang dari dua bulan lagi dari batas akhir, saya bulatkan tekad untuk ngebut menyelesaikan nya.

Pagi mulai ketemu dan konsultasi dengan dosen pembimbing, siang sampai malam (bahkan sampai menjelang pagi) nggarap skripsi di kontrakan. Begitu seterusnya hingga dua minggu. 2 Minggu Bab 1-5 beressss... Gila..!! Gak masuk akal.!! dan Amaziiing.!!

Thursday, 23 April 2015

Seminar Skripsi Ecocriticism Sudah di Depan Mata

ecocriticism narnia

Selamat siang para penggemar. Curhat lagi nih tentang kuliah yang tak kunjung usai. Alhamdulilah, setelah sekian lama bergulat dengan teori baru bernama Ecocriticismproposal saya diterima dan di ACC oleh pembimbing. Kendala saya dalam mengerjakan proposal dan skripsi adalah sedikitnya referensi yang mumpuni dalam teori ecocriticism. Memang sangat sulit mempelajari teori-teori baru, namun karena ini teori baru saya menjadi tertarik. Menjadi sebuah tantangan yang mengasyikkan untuk dipelajari.

Background saya sebagai pencinta alam di kampus satra juga menjadi salah satu alasan saya kenapa tetap ingin belajar teori Ecocriticism. Ecocriticism dan Pencinta alam memiliki kesamaan persepsi dan pandangan mengenai lingkungan dan alam di sekitar kita.

Teori Ecocriticism menitik-beratkan terhadap hubungan timbal balik antara karya sastra dengan kondisi lingkungan fisik. Ilmu-ilmu mengenai ekologi yang saya peroleh di pencinta alam SWAPENKA sangat membantu mendalami Ecocriticism.

Di dalam skripsi saya nantinya ingin mengupas isu-isu lingkungan yang digambarkan dalam novel karya Clive Staples Lewis, atau yang sering disebut C.S Lewis. Novel Narnia. Kalian pasti sudah membaca dan melihat film nya bagaimana Narnia itu diceritakan. Narnia menceritakan tentang dunia imajinasi dan mitologi. Didalamnya ada berbagai mahluk mitologi dan hewan serta tumbuhan yang bisa berbicara.

Memang benar apa kata orang-orang, bahwa cerita Narnia itu mengarah pada tema agama. Namun, saya memberanikan diri untuk menganalisa sebuah novel agama dari sudut pandang yang berbeda, yaitu sudut pandang lingkungan.

Bisa dibayangkan bagaimana nekatnya membahas hal yang minoritas kan?

Hari ini, 23 April 2015, teman saya seperjuangan angkatan '08, Eko Suryo Nugroho, seminar proposal skripsinya. Nah, teman saya saja sudah seminar tapi saya masih belum. hehehe. Insyaallah sebentar lagi saya juga akan menyusul nya untuk segera seminar proposal skripsi, dan seminar saya tentang Ecocriticism tentunya. Semangat buat saya sendiri!!