Friday, 5 July 2013

Petualangan Krenceng Hari Ke Dua

Yuhuuu..... Akhirnya cerita lanjutan dari Petualangan Sehari di Krenceng saya tulis juga. Cerita yang kemaren masih sampai di camp. Ini dia kelanjutannya.
###

Selasa, 28 Mei 2013 - Dengan mata yang masih kriyep-kriyep, kulangkahkan kaki menuju sungai berair jernih di pinggir tenda kuning untuk sekedar mencuci muka dan sikat gigi. Segaaarr...

Kesibukan pertama adalah memasak kemudian sarapan. Dan Si-Aren lagi-lagi yang menjadi koki nya, dia satu-satu nya cewek di dalam rombongan.Setelah selesai sarapan kami melanjutkan perjalanan kemarin yang tertunda. Perjalanan dimulai dengan menyusuri jalan setapak berukuran 1 meter, di sebelah kanan kiri saya adalah kebun kopi, dan di kejauhan terlihat gunung yang hijau. Semakin menjauh semakin menanjak jalannya. Kami saat itu satu-pun belum pernah melewati jalan ini alias gak onok sing ngerti dalan jadi diputuskan untuk mengikuti jalan setapak kecil ini karena memang terlihat begitu jelas dan bersih, menandakan kalau jalan ini masih sering dilalui manusia.

Tuesday, 25 June 2013

Kenangan Panggung Terbuka Fakultas Sastra

fakultas sastra, panggung terbuka sastra
Candi di Fakultas Sastra Universitas Jember
Di Fakultas Sastra Universitas Jember terdapat sebuah panggung pementasan tepat di sebelah kantin. Panggung yang dijadikan pusat kegiatan berkesenian bagi mahasiswa Sastra itu, kini hanyalah tinggal kenangan. Karena pada akhir tahun 2009 pihak kampus telah memugarnya untuk membangun gedung perkuliahan yang baru. Orang-orang biasa menyebutnya panggung terbuka.

Dulu, saat masih hangat-hangatnya menjadi mahasiswa, saya langsung dibuat jatuh cinta oleh sebuah relief raksasa (buto) yang melekat di dinding panggung terbuka. Banyak mahasiswa yang latihan teater, nyanyi, atau bahkan hanya sekedar bermain badminton tanpa net nya. Sekarang panggung terbuka Sastra tinggal menjadi kenangan. Tetapi tidak semua bagian dari panggung itu lenyap. Masih tertinggal dua buah bangunan yang mirip candi. Dan itu sudah bisa menjadi penawar rindu saya terhadap panggung terbuka Sastra.

Pihak Fakultas sendiri telah membuatkan sebuah panggung terbuka yang baru pasca dibongkarnya panggung pertunjukan itu. Tepatnya di belakang gedung baru. Menurut saya tempat tersebut kurang cocok, karena berada jauh dari pusat berkumpulnya mahasiswa. Sekarang panggung terbuka yang baru masih menunggu kreasi para mahasiswa Sastra, setia menunggu walau lumut dan rumput liar sudah mulai tumbuh di lantainya. Salam lestari...!
###

Wednesday, 19 June 2013

Bersama Saudara di Diesnatalis Akasia

Cerita ini tentang kegiatan yang saya hadiri di sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Hukum Unej, IMPA AKASIA. Ini adalah organisasi pencinta alam yang sudah eksis cukup lama di Fakultas Hukum karena sekarang sudah menginjak usia 30 tahun.

Minggu, 16 Juni 2013, Akasia merayakan hari lahirnya dengan mengundang seluruh organisasi pencinta alam. Mulai dari Jember sendiri, Banyuwangi, Bondowoso, dan sekitarnya. Ini memang sebuah budaya dari anak pencinta alam, semua pencinta alam adalah saudara. Jadi pas ada kegiatan besar, khususnya diesnatalis, maka diundang ataupun tidak para saudara-saudara jauh akan datang dengan senang hati. Biasanya kegiatan diesnatalis yang ekstern (ngundang pencinta alam lain) diisi oleh hiburan musik dan makan bersama. Nah, sensasi makan bersama dalam satu wadah ini rupanya yang membuat tali persaudaraan semakin erat. Semua orang tumplek blek jadi satu dalam suasana kebersamaan. Sungguh indah.

Bertepatan dengan diesnatalis Impa Akasia, mereka mengadakan sebuah lomba menulis essay yang bertemakan lingkungan. Karena saya mulai senang dengan yang namanya tulis-menulis, saya ikut berpartisipasi bersama dengan 2 rekan SWAPENKA yang lain yaitu Al-Nendes dan Rotan. Mereka juga blogger aktif dan suka menulis. Di malam itu pengumuman lombanya diumumkan, semua peserta menunggu dengan penasaran siapa yang akan menjadi juaranya. Dan akhirnya Rotan dan saya dipanggil oleh panitia. Kami berdua ternyata terpilih sebagai pemenang, Rotan juara 3, saya juara 2, dan seorang SISPALA (Siswa Pencinta Alam) cewek menjadi juara pertama. Selamat yaa.. :-)

Tanggung Jawab Besar Si Mayoret Cilik

sastra unej, mayoret cilik
Marching Band Cilik di Hari Lahir Pancasila
Tanggal 1 Juni 2013 yang lalu saya melihat sebuah atraksi marching band yang dilakukan oleh anak-anak SD di acara peringatan Hari Lahir Pancasila yang diadakan Universitas Jember. Ada hal yang cukup menarik perhatian saya, yaitu liak-liuk tegas dan atraktif dari mayoretnya. Mayoret adalah bagian terpenting dari sebuah marching band, karena dia yang menentukan baik atau tidaknya penampilan group yang dipimpinnya. Jadi mayoret memikul tanggung jawab yang cukup besar. Tetapi yang namanya sebuah group tak lepas dari kerjasama. Kerjasama antara peniup terompet, pemukul drum, pianika, dan lain-lainnya dengan satu komando dari mayoret.

Meskipun masih sekolah dasar Si-Kecil yang berwajah unyu-unyu ini sudah bisa menjadi panutan teman-temannya, karakternya yang tegas membuatnya terlihat berwibawa. Jika ada anak buahnya yang rame atau tidak mendengarkan instruksi yang diberikan maka teguran keras langsung melayang. Melihat penampilannya yang bisa dibilang sempurna seperti itu mungkin latihan-latihan yang dijalani tak semudah yang saya lihat. Mayoret itu tugasnya selain mengatur barisan, dia juga harus mengatur irama. Hasilnya bisa dilihat dari barisan yang tertata begitu rapi dengan irama instrumen sedap didengar oleh penonton.

Atraksi yang saya kagumi adalah saat mayoret ini memainkan baton (tongkat). Tongkat yang terlihat berat itu dilemparkannya ke udara kemudian ditangkap lagi tanpa terjatuh, diputar-putar dan masih banyak lagi. Saya sempat mengabadikan beberapa ekspresi dari mayoret-mayoret cilik di acara yang digawangi oleh Universitas Jember.
hari lahir pancasila universitas jember, mayoret cilik
Melirik Tajam
foto mayoret, hari pancasila unej
Biru dan Merah
hari lahir pancasila unej , marching band, mayoret
Senyuman Ramah dari Mayoret

Catatan:
Foto-foto ini saya ambil saat gladi bersih sebelum rombongan marching band turun ke jalan raya. Tepatnya di sebelah Fakultas Ekonomi Universitas Jember.

Telkomsel Menemani Hingga Tanah Suci

Telkomsel kembali menghadirkan fitur dan layanan paling lengkap disertai tarif yang paling spesial bagi pelanggan yang akan menjalankan ibadah Umroh di Tanah Suci. Seluruh pelanggan Telkomsel, baik prabayar maupun paskabayar dapat berkomunikasi dengan tarif semurah tarif lokal Arab Saudi tanpa perlu ganti kartu. Tarif spesial Umroh ini dapat dinikmati pelanggan hingga 31 Agustus 2013.

Komunikasi saat Umroh di Tanah Suci kini didukung oleh semua operator di Arab Saudi yaitu Mobily, STC / Al Jawal dan Zain, sehingga pelanggan tidak perlu setting manual untuk memilih jaringan operator lokal Arab Saudi dan tidak perlu ganti kartu. Untuk telpon ke Tanah Air, pelanggan hanya dikenakan tarif Rp 5.000 / menit, SMS kemana saja Rp 500 / SMS, menerima panggilan telpon di Arab Saudi Rp 3.000 / menit, sedangkan untuk panggilan telpon lokal hanya Rp 2.000 / menit, serta gratis menerima SMS disemua jaringan operator Arab Saudi. Bahkan pelanggan Telkomsel tetap dapat terhubung dengan berbagai informasi selama berada di Arab Saudi dengan memanfaatkan tarif hemat layanan data Rp 1.000 / 10 KB untuk pemakaian internet. Info lengkap silahkan kunjungi www.telkomsel.com

Informasi TELKOMSEL yang lain:

Ayo sukseskan acara Lomba Blog Universitas Jember yang didukung oleh Telkomsel.