Thursday, 1 November 2012

Sedang Terpesona pada Ekokritisisme (Ecocriticism)

Kata-kata yang menyenggol dengan 'eko' akhir-akhir ini membuat ku lebih sensitif.

Contohnya ya: Ekosistem, Ekologi, Ekonomi, dan eko-eko yang lainnya wes, tapi gak termasuk Mas Eko penjual melon lho. Dan, Ekokritisisme (Ecocritism) lah yang membuat saya klepek-klepek. Kok bisa?

Iya, ekokritik adalah sebuah bahasan baru atau teori baru yang akan menjadi bahan skripsi saya nantinya.,hehe amiien. Saya memakai teori yang aneh bin langka ini dikarenakan salah satu persyaratan untuk membuat skripsi Sastra sudah gak diperbolehkan lagi memakai teori-teori yang sering digunakan. Seperti teori psikologi-nya Freud. Mulai dari searching di Google sampai blusukan di jurnal-jurnal ilmiah demi menemukan si "Eko" ini, tapi alhamdulilah sudah nemu beberapa buku yang bisa menjadi acuan. Sampai sekarang, saya masih belum 'ngeh dengan arti ekokritisisme itu sendiri. Ada yang bilang bahwa ekokritisisme adalah suatu hubungan antara lingkungan fisik dengan karya sastra. Ada juga yang menghubungkannya dengan sebuah budaya. Waah bingung dah.. @_@

Butuh bimbingan dari para pakar nih. Mungkin mbak-mbak, mas-mas, dan adek-adek yang punya info berlebih tentang ekokritisisme ini mohon bantuannya.,hehehe
makasih yaa.

Thursday, 4 October 2012

Between You, Stars, and Me

The unimaginable threat of pollutions

Like a rocketing population

Bring us to episode of mass extinctions

But, can you give kinds of solutions?


No matter it is wrong or right

We have to fight

For stars at night

To their smile in daylight


Oh, you my love

Look at the stars above

Full of peace, like a dove

Also need our love



by: widodo van sodhunk

Saturday, 15 September 2012

Modem Cepet Panas? Kini Gak Lagi.....


Sekarang ini kebutuhan akan akses menuju dunia maya sungguh menjadi prioritas hampir dari setiap mahasiswa, termasuk aku sendiri. Karena fasilitas wifi yang kurang bersahabat, modem adalah salah satu alat yang paling praktis dan mudah dibawa kemana-mana. Ke WC juga bisa kok (sapa tau pengen posting sambil cari inspirasi di sana..hehe)

Nah, masalah yang paling sering muncul saat memakai modem yaa "modem cepat panas". Baru dipakai 1 jam aja ato bahkan kurang dari itu modem sudah kepanasan dan akibatnya koneksi internet-pun jadi terganggu.

Nah sebagai solusinya aku minta tolong ke pakar modif-memodif barang elektronik, Mas Odhol, untuk membuatkan kipas untuk modemku. Langsung saja berangkat membeli barang2 yg dibutuhkan.
1. kipas buat notebook 1 buah
2. kabel buat USB 1.5 meter
3. tali plastik (untuk mengikat kipas dan modem)

kipasnya persis kayak gini
Setelah semua bahan terkumpul,
Langkah awal; ngancurin chasing kipas dan hanya diambil 2 kipas yang ada di dalamnya. {(-_-) eman2.. padahal baru aja beli udah diancurin}.

Langkah kedua; Jepit modem dengan kipas dan tali di ke-empat sisinya dengan kuat
Langkah ketiga; Rapikan

Setelah semuanya selesai kira-kira penampakannya seperti ini



 Pembuatan kipas untuk modem sudah selasai, sekarang waktunya ujicoba ^-^

Kipas menyala, asyiikk..!


Koyok robot



Modem jadi Adem



Sunday, 12 August 2012

Panas kok mendung

pagi mendung
siang panas
sore panas
malam mendung
mendung panas
panas mendung

mendung kok panas?
panas kok panas?
mendung apa mendung?
ah, biarlah!

Thursday, 9 August 2012

Buka Puasa di Gumuk Kerang

Halloo Boss.........
Wah ternyata sudah lama gak ngutak-atik blog, hehe. Hmm., cerita tentang apa ya ? Oh iya, saya mau cerita tentang kegiatan ngumpul-ngumpul saja ya.

Kemarin, 8 Agustus 2012, tiba-tiba bau semerbak tempat pelelangan ikan Puger tercium jelas di luar Sekretariat SWAPENKA. Ternyata Si Ujep dan Sloo Bekisar sudah manggul dua kresek besar yang berisi ikan laut. Mereka baru datang membeli ikan di Puger buat persiapan buka puasa bareng MAPALA Se-Jember di Gumuk Kerang (sebuah gumuk kecil yang terletak tak jauh dari kampus UNEJ).

Siangnya, beberapa peralatan untuk memasak mulai berdatangan. Ada yang membawa wajan, galon, blender, dan lain-lain wes. Pembagian tugas dimulai. ngupas bawang, ngiris cabe, masak nasi, dan bumbu-bumbu di handle para cewek (mak kyok ngene? jare wes jaman emansipasi?) :D. Sementara para cowok membuat perapian untuk bakar ikan dan yang lainnya korah-korah..haha

Aroma gurih bawang goreng, terasi dan ikan semriwing beterbangan mengikuti angin, menggoda orang yang berpuasa.

Cewek-cewek pembakar ikan :-D
Perjuangan belum usai, setelah semua masakan sudah siap, teman-teman membawa bahan makanan ke tempat yang telah disepakati yaitu Gumuk Kerang. Nasi sebakul, galon berisi air full, dan yang pastinya ikan bakar dan ikan goreng gak mau ketinggalan. Semua itu harung diangkut ke atas gumuk, padahal jalannya begitu menanjak dan ditumbuhi beberapa semak belukan di samping kanan-kirinya. Semangat kebersamaanlah yang membuat rasa lelah menaiki gumuk seakan hilang begitu saja.

Tepat sampai di puncak adzan magrib tanda berbuka langsung berkumandang. Es buah sudah tertata rapi beralaskan rumput di depan kami.. Hemm, buka puasa kali ini cukup berkesan.

Cahaya lampu kota semakin indah di bawah sana, seindah bintang di gelap malam. Api unggun dan jagung bakar menjadi teman di malam yang penuh kebersamaan.

SALAM LESTARI..!