Monday, 18 June 2012

Si Daun Mungil Berjalan

Daun ini berjalan lho...
Gak percaya?? lihat dibagian bawah ada kaki mungil yang membuat tumpukan daun itu seperti berjalan..hehe.


Si Daun Mungil VS daun yang sudah gak mungil lagi

Ini dia Si Mungil yang sedari tadi di balik daun
Nah, gambar-gambar ini saya ambil pada tanggal 10 Juni kemarin di Cawang, Merubetiri. Cawang merupakan sebuah desa di ujung selatan kota Jember. Untuk mencapai desa ini dibutuhkan perjuangan ekstra yang menguras tenaga, jalanan berbatu dan berkelok menyambut pengunjung mulai dari pintu masuk Taman Nasional, dibutuhkan waktu lebih dari dua jam bersepeda motor.

Sore itu, sedang asyik-asyiknya ngopi di warung Bu Mamiek, tiba-tiba di kejauhan sepintas terlihat seonggok dedaunan yang kelihatan melayang, karena penasaran langsung saja saya mendekat, kemudian  Jprett.. Jeprett.. beberapa kali tombol dari kamera hasil pinjaman itu ku pencet. Terlihat dengan langkah gontai anak itu berjalan terus tanpa melihat jalanan di depannya, dia hanya melihat kebawah sepanjang perjalanan dengan beban dedaunan di punggungnya, mungkin karena dia sudah hafal jalan ini. Meskipun begitu jika dilihat gerakannya itu mirip orang mabuk (kayak di TV-TV itu lho) sesekali miring ke kanan, ke kiri, dan ke kanan lagi.

Yaa, coba bayangkan saja anak sekecil itu membawa beban yang hampir sama dengan porsi orang dewasa, pasti akan terasa menyiksa. Akhirnya setelah merasa kecapekan, daun itu dijatuhkannya, kemudian setelah istirahat sejenak dilanjutkan perjalanannya menuju kandang sapi di belakang rumahnya.

Kegiatan Ngramban atau mencari daun untuk pakan hewan ini sudah seperti menjadi kewajiban untuk beberapa ibu-ibu di daerah Cawang. Karena mereka memelihara sapi dan kambing sebagai hiburan dikala Sang suami pergi bekerja.

Thursday, 7 June 2012

Sudut pandang yang berbeda

Sepoi angin melelapkan Jati
menidurkan sengon dan  trembesi
yang asyik berdendang melodi,

Melodi hijau yang telah mati

Cemara dan pinus sibuk mencari
mencari sang burung yang telah pergi
Pergi terusir gergaji
gergaji mesin si pencuri

aku rindu auman macan
aku menunggu alunan derkuku
Kata Beringin kepada inang-nya

Pepohonan kau tebangi
beton-beton kau tanami
cerobong itu kau pertinggi

Hutan kau bakar terganti uang
tanah kau gali terganti emas
itu semua berkedok eksplorasi
iya kan? maaf jika salah wahai mahluk pintar.

Aku, dia dan mereka
hanya menjerit saat terluka
dan menunggu
terus menunggu
Sebatang pohon kau tanam.

Thursday, 17 May 2012

Alunan batang hujan



Betapa indahnya...

bila kuhadapi kegelapan,

kuhadapi kelaparan,

hujan,

bila kuhadapi kedukaan,

kuhadapi cacian,

teguran.

Sebagaimana yang dihadapi hewan

dan sebagaimana yang dihadapi

oleh batang-batang pohon..

Tuesday, 1 May 2012

Hari Spesial Untuk Bumi Kita


Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, tepatnya tanggal 22 April 2012 yang lalu. Ya, 22 April adalah Hari Bumi atau Earth Day. Momen ini dimanfaatkan oleh teman-teman pencinta alam se-Jember, beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian, dan komunitas sepeda Onthel Ambulu untuk menggelar long-march Hari Bumi yang bertemakan "Hitam yang Seharusnya Hijau".

Untuk persiapan acara ini sendiri terbilang dadakan. Lho kok bisa? Iya, karena acara ini dikonsep oleh teman-teman hanya dalam waktu satu minggu saja. Fantastis..!

Pagi: 06.30 Saya beserta rombongan pasukan dari SWAPENKA (Mahasiswa Pencinta Kelestarian Alam) menyiapkan segala sesuatunya (poster-poster, dan sarapan dulu tentunya) untuk menuju garis start acara, UNMUH Jember. Setelah semua pasukan ready, kami putuskan untuk tidak membawa sepeda motor alias jalan kaki.

06.42.. Halangan pertama muncul. Kami harus meloncati pintu gerbang besi Universitas, karena saat hari libur pintu ini selalu tertutup. Kartini-kartini dalam rombongan dengan acuhnya memanjat gerbang tanpa menghiraukan orang-orang yang memandangi mereka di Jalan Jawa. Setelah semua kru bebas, perjalanan dilanjutkan....

Tuesday, 24 April 2012

Nggombal Mukiyoo

Pada suatu malam di sebuah terminal becak, entah tahun berapa saya lupa, yang saya ingat hanya harinya. Kamis wage.
Ada sepasang kekasih yang duduk di sebelah saya. Kalau gak salah namanya Kartini dan Kartono. Mereka terlibat pembicaraan yang sangat serius (kelihatannya sih..). Nguping ahh,.

Kartono: "Emm... Kartini, kamu tau nggak....?"
Kartini: "Enggak, Mas." (dengan wajah lugu nya, Kartini memandang wajah sang kekasih.)
Kartono: "Aku belum selesai ngomong Ni, jangan dipotong dulu!"
Kartini: "Baik, Mas. Memang tadi Mas Tono mau tanya apa to?(penasaran)
Kartono: "Kamu tau nggak kalau sebenarnya aku ini punya bakat terpendam?"
Kartini: "Bakat apa itu, Mas?"
Kartono: "Bakat buat ngebahagiain kamu." hehehe
Kartini: #klepek-klepek#....