Friday, 9 March 2012

TAWON ENDAS


tawon endas


Saya yakin hampir setiap orang pasti tahu atau minimal pernah mendengar nama hewan mungil yang satu ini. Ya, Tawon endas dan di daerah lain ada yang menyebutnya TAWON GUNG.

Tadi pagi, 9 Maret 2012, 06:32 WIB, saya jalan-jalan di kebun belakang rumah yang lumayan masih tertutupi oleh rerimbunan daun aneka jenis tanaman. Itu salah satu kegiatan rutin yang selalu saya lakukan ketika di rumah, menghirup udara pagi dan melihat-lihat tanaman pisang apa sudah ada yang siap panen, atau hanya sekedar membersihkan tanaman tersebut dari daun keringnya. Setelah tuntas ngubek-ngubek kebun, bawah pohon rambutan adalah pilihan tepat untuk merebahkan tubuh dan menghilangkan penat. Lha, tiba-tiba saat membuka mata saya tersadar kalau tepat di atas kepala saya, agak ke kanan sedikit, terdapat seonggok sarang tawon endas yang menggelantung dengan seksinya dihiasi dengan penghuninya yang hilir-mudik bergantian memasok bahan makanan ke dalam sarang. Ada juga yang hanya sesekali ber-patroli di sekeliling sarang.

Tentu saja jantungku berdegup kencang seketika. Kenapa? Ya, tentunya ngeri berada pada posisi sedekat itu dengan segerombolan koloni tawon yang terkenal akan keganasannya tersebut. Dan tak kenal ampun!. Siapa tau ada seekor tawon yang iseng pengen ngentup karena melihat ada orang yang keren di bawah sarangnya.

Rumah tawon endas di dahan rambutan itu sebenarnya belum terlalu besar daripada sarang-sarang tawon endas yang pernah aku lihat saat masa SD dulu. Yang ini sih hanya seukuran bola sepak. Dulu, saya pernah melihat sarang tawon yang sepanjang anak kambing yang baru lahir. Itu pengelihatan saya ketika masih SD lho, jadi ya kelihatan besar sekali..hehe

####

Saya ingat kejadian jahil ketika saya masih duduk di kelas 3 Sekolah Dasar. Waktu dimana masih senangnya bermain saat sepulang sekolah dan malas tidur siang. Kami berlima, Huda, Oni, Deni, Susan, dan Saya sendiri tentunya, main ketapel. Tujuannya tak lain adalah untuk berburu burung atau tupai. Tetapi, setelah sekian lama nggak mendapatkan buruan kami melihat ada rumah tawon raksasa bergelantungan. Ahaa.. insting jahil kami muncul dan hanya dengan satu komando, rumah tawon ganas itu dihujani batu dan membuatnya berbentuk abstrak, rusak gak karuan. Kalian pasti tahu apa hal selanjutnya yang akan terjadi. Ya, Tentu saja kami lari tunggang langgang dikejar oleh se-koloni tawon endas yang ngamuk karena rumah mereka diganggu. ada yang menembus semak-semak belukar penuh duri, ada yang berinisiatif langsung nyemplung ke kali, dan ada yang lari secepat-cepatnya pulang kerumah.

Keesokan harinya saya bertemu Si-kerempeng, Deni, sambil sedikit menahan tawa saya mengamati ada hal yang berbeda di tubuhnya. Deni duduk di depan rumah dengan bentuk wajahnya yang aneh, kepalanya tersengat tiga kali. Dan ini mengakibatkan kepalanya bengkak, sampai untuk membuka mata pun dia seperti mengerjakan soal ujian matematika, suliit.!. Bentuk tubuh dan kepalanya menjadi tidak proporsional lagi, kalian bisa bayangkan sendiri bentuknya seperti apa. Anak kelas 3 SD, Bertubuh kerempeng dengan kepala bengkak. Mungkin kayak Ulat.

Kita kembali lagi ke tawon endas yang pemberani. Mereka sebenarnya adalah hewan yang cuek, buktinya tadi pagi, meskipun saya berada di bawah sarangnya dalam kurun waktu yang terhitung lama, mereka cuek saja. Tetapi ada hal yang menarik dari Tawon ini, yaitu rasa peduli dan semangat kerja sama. Mereka peduli terhadap rumah tercintanya, kepada saudaranya, dan kerjasama tentunya untuk menyerang siapapun yang mengganggu rumah mereka.

BIARKAN MEREKA APA ADANYA! SELAMA TIDAK MENGGANGGU, JANGAN GANGGU MEREKA.!
AYAHAB...!!

3 comments:

  1. Ini contoh Tulisanx orang kumur kumur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... super sekali. Maklum mas namanya juga msih belajar. :-)
      memang beginilah adanya.

      Delete
  2. di rumah saya dekat bagian atap rumah juga sekarang ada sarang tawon ��

    ReplyDelete