Wednesday, 19 February 2014

Kampung, Kampung Apa Yang Fiksi?

Hahahaha pertanyaan yang absurd ya, sama halnya dengan pertanyaan "Ayam, ayam apa yang goreng?" Ya ayam goreng! Terus jawaban dari Kampung, kampung apa yang fiksi sudah pada tau semua, kan?. Jawabannya sudah jelas yaitu Kampung Fiksi. Garing banget ya? ya iyalah. Nah di postingan kali ini saya tidak membahas tentang ayam goreng yang garing atau tentang tebakan-tebakan yang gak jelas alias GJ tadi. Namun, kisah ini tentang sebuah kampung. Kampung Fiksi. Apa itu Kampung Fiksi? Kenalan yuk......

Kampung fiksi itu bukanlah sebuah kampung khayalan atau kampung imajinasi, kampung fiksi adalah sebuah komunitas, tempat orang-orang berkumpul dan memiliki hobi yang sama. Komunitas yang ditetaskan oleh 8 blogger cantik pada tanggal 1 Februari 2011. Dan sekarang sudah berumur 3 tahun. Komunitas yang sangat sangat sangat mencintai kegiatan menulis, terutama menulis fiksi. Selain menjadi tempat berkumpulnya para pakar penulis fiksi, di kampung fiksi kalian juga akan mendapatkan banyak sekali tips-tips tentang cara menulis fiksi dari para ahlinya. Jadi bagi teman-teman yang masih mau memulai menjadi penulis jangan malu-malu untuk bergabung disini. Kampung fiksi bisa menjadi tempat untuk belajar bersama dan sharing hasil karya kalian.

Di Kampung Fiksi tidak hanya menyediakan teori-teori saja lho, tidak hanya memberikan tips tanpa action, tetapi Kampung Fiksi juga ada prakteknya. Jadi setelah mendapatkan teori tentang cara-cara menulis fiksi, kita bisa langsung mempraktekkannya dengan tujuan agar bisa mengetahui kemajuan cara menulis kita. Keren kan? Bagi teman-teman yang suka mengarang bebas, yang suka membuat puisi, yang ingin menulis novel dan ingin karyanya dikenal banyak orang di sini lah tempatnya. Kampung Fiksi. Jadi, tunggu apa lagi?

Tambahan:
Saya sendiri sebenarnya kurang terlalu paham tentang dunia fiksi, saya senang menulis tapi tak tentu arah. Hanya asal-asalan menulis walaupun tulisan saya tergolong tidak terlalu bagus alias amburadul. Untung saya kenal Kampung Fiksi. Semoga bisa menambah wawasan saya dalam menulis. Amin.

Saya mengenal Kampung Fiksi awalnya karena kesasar saat blogwalking dan sudah lumayan lama sekali yaitu sejak enam ribu delapan ratus tujuh puluh enam detik yang lalu. Lama banget kan? Kalau gak percaya hitung sendiri yaa...hehehehehe

Selamat Ulang Tahun yang ke-3 buat Kampung Fiksi.

"Ikut memeriahkan ultah Kampung Fiksi yang ke-3 bersama Smartfren, Mizan, Bentang Pustaka, Stiletto Book dan Loveable."

http://www.kampungfiksi.com/

Tuesday, 18 February 2014

Pengen Kenalan Sama Galaksi Pungki, Mungkinkah?

Salam Kenal Mbak Pungki... Kenalan yuk. Boleh kan?

Itulah kata yang pertama ingin aku ucapkan jika nanti ketemu langsung dengan orang yang satu ini. Selalu penasaran dan ingin mengenal, tak hanya menerka-nerka lewat tulisan saja. Hmm.... Setelah membaca beberapa tulisan-tulisan Pungki di rumahnya, Galaksi Pungki, aku langsung menebak kalau Mbak Pungki ini orangnya ceplas-ceplos alias apa adanya. Kemudian dia itu pengagum dirinya sendiri yang gak ketulungan alias narsis banget. Terus sangat sangat sangat suka sama anak kecil, karena dia orangnya seneng mendongeng.

Nah, itu kan hanya tebakan aku saja. Tapi kan belum tau aslinya Mbak Pungki ini gimana. Siapa tau dia itu orangnya malah pemalu, siapa tau dia itu pemarah, siapa tau dia itu senang ngupil sembarangan...hahahaha. Kok yang jelek-jelek aja ya. Maka dari itu aku pengen banget ketemu langsung dengan Mbak Pungki, pengen kenalan langsung daripada hanya menerka-nerka saja kayak gini. Apalagi menerkanya malah yang aneh-aneh gitu. hehehe maap ya, Mbak. Tapi semua terkaanku kayaknya salah deh. Iya kan?

Tapi mungkinkah aku bisa kenalan sama yang punya Galaksi Pungki? Itu hanya sekedar angan-angan saja, Mbak. Tapi sangat senang jika bisa ketemu beneran..hehehe.
Penasaran sama Mbak Pungki? Ini dia penampakannya. Cantik kan?hehehe
Foto saya ambil dari Galaksi pungki
Untuk tampilan blog Galaksi Pungki tidak ada komentar apapun karena aku sendiri juga kurang paham tentang yang begituan. Oh iya, saat aku membaca tulisan-tulisan Mbak Pungki rasanya itu gimana ya, seakan ketagihan dan pengen membaca terus. Gak ada bosannya. Kemudian cara penyampaiannya juga sederhana dan mudah diterima oleh pembaca. Keren pokoknya.

Dan yang terakhir, tak lupa ku ucapkan SELAMAT HARI LAHIR buat Mbak Pungki.

Salam Kenal sekali lagi.....

http://galaksipungky.blogspot.com/2014/02/galaksi-pungky-giveaway.html

Saturday, 15 February 2014

Tes FACE Sastra Inggris (Formal Academic Competence of English)

Untuk anak-anak Sastra Inggris FSUJ pasti sudah gak asing lagi dengan mahluk yang bernama FACE. FACE itu kepanjangannya adalah Formal Academic Competence of English. Mahluk ini masih sejenis dengan TOEFL, tapi dikeluarkan oleh Jurusan Sastra Inggris Universitas Jember. Kalian tahu kan sekarang skor minimalnya berapa? Yang kemarin minimal kan 450, kalau score FACE milik Sastra Inggris sekarang ini minimal harus 475. Keren kan. Oh iya, ada informasi tambahan tentang ujian atau tes FACE nih. Yang ingin ikut tes, langsung saja mendaftar ke Mas Mahfud di Ruang Jurusan Sastra Inggris pada jam kerja. Tes FACE akan diselenggarakan setiap hari Jumat ke-2 dan ke-4 setiap bulan. Untuk biaya nya Rp 50.000,- per mahasiswa.

Apa sih fungsi dari FACE ini? Pertama untuk salah satu persyaratan saat pengajuan proposal skripsi. Kedua, juga sebagai syarat saat akan ujian skripsi. Nah, yang namanya syarat itu kan berarti wajib ada to? Jadi sebagai mahasiswa yang baik dan ingin cepat-cepat lulus silahkan menjajal kemampuan anda secepatnya..hehehe.

Menurut pengalaman pribadi saat mengikuti test FACE soal-soalnya agak lebih sulit daripada soal TOEFL yang diadakan oleh UPTTI Universitas Jember. Tapi itu sih pendapat saya pribadi, gak tau lagi pendapatnya teman-teman yang lain. Dan beberapa soal dari FACE ada yang hampir sama dengan soal TOEFL.

Beberapa bulan yang lalu saat saya ujian FACE, pesertanya membludak, banyak banget. Jadi ruangannya sampai dipisah jadi 2, bukan ruangannya dihancurkan, maksudnya pesertanya yang dibagi ke dalam 2 ruangan yang berbeda. Buhhh..... Akhirnya ruangan menjadi kurang kondusif. Tapi alhamdulilah nilai saya waktu itu tidak mengecewakan. Oke, maaf jika repost dari tusan yang lama. Tapi ada sedikit tambahan info kok... hehehehe

Thursday, 26 December 2013

Jalan-Jalan Ke Kawah Ijen #2

Oke cerita jalan-jalan ke Ijen nya saya lanjutkan lagi kawan.... Episode kemaren, yang Jalan-Jalan Ke Ijen #1 berakhir saat kita diperbolehkan menginap di warung Bu'Im ketika sebelumnya gagal mendirikan tenda.
***
Perjalanan Menuju Kawah Ijen
Kira-kira jam 1 dini hari kita berangkat dari Paltuding. Iya, kita berangkat pagi-pagi sekali untuk melihat Blue Fire di Kawah Ijen. Nah, fenomena blue fire atau api biru ini yang menjadi daya tarik di sini selain penambangan belerang tradisional. Rute kita yaitu: PALTUDING ---> POS TIMBANGAN ---> PUNCAK IJEN. Waktu normal yang dibutuhkan dari titik awal sampai puncak biasanya bisa ditempuh sekitar 2-3 jam perjalanan. Awalnya kita akan disambut oleh track datar untuk pemanasan..hehehe Sekitar 10 menit kemudian, jalur mulai menanjak. Semakin lama track semakin menanjak dan detak jantung akan semakin cepat berpacu dengan paru-paru dalam mengambil oksigen yang semakin menipis seiring dengan bertambahnya ketinggian. Keuntungan dari Night Tracking alias perjalanan di malam hari yaitu kita tidak akan melihat jalur super menanjak yang akan kita lewati. Kerugiannya adalah kita gak bisa melihat pemandangan di sekitar kita karena gelap. Hanya fokus ke depan, ke arah cahaya senter.

Iseng-iseng saya menghitung, ternyata setiap 20 menit perjalanan kita akan mendapatkan BONUS, jalan  datar. Oiya ini rahasia lho, jangan bilang siapa-siapa. Tanpa diduga-duga saya sudah tiba di Pos Timbangan dalam waktu hanya 1 jam saja, rekor tercepat saya dalam beberapa kali naik Ijen. Di sini beberapa penambang ternyata sudah siap-siap menuju kawah sambil membawa keranjang di pundak. Bahkan jam segitu sudah ada penambang yang membawa belerang dan siap ditimbang untuk ditukar menjadi rupiah. Amazing! Kapan berangkatnya ya??? Perjalanan saya lanjutkan lagi. Jalur setelah Pos Timbangan sudah tidak se-ekstrim sebelumnya, jalurnya lebih bersahabat alias landai. Hanya butuh 30 menit mencapai puncak.

Sunday, 15 December 2013

Jalan-jalan ke Kawah Ijen #1

kawah ijen, sodhunk, blue fire, api biru
Memandang Blue Fire di Kawah Ijen
Kira-kira sudah 1 tahun lebih kaki ini tidak menginjak tanah Ijen, kangen bau belerang, kangen hawa dingin, dan kangen cerita-cerita nya. Karena selalu ada cerita di setiap perjalanan.
***

Sebenarnya ide buat jalan-jalan ke Ijen kemaren itu muncul begitu saja karena boring di kosan, gak tau mau ngapain lagi. Akhirnya Bang "Faisal Korep" menjadi teman duet dalam perjalanan ini. Ya hanya berdua saja. Yang namanya rencana dadakan pasti semua persiapannya juga seadanya. List perlengkapan yang aku bawa ke Ijen: celana panjang 1, kaos 1, jaket 1, dan sleeping bag. Udah itu saja, sangat-sangat tidak standar untuk Gunung Ijen yang terkenal lumayan dingin saat malam. Bawaan Bang Korep juga gak jauh beda dengan list-ku cuma minus sleeping bag aja.

Rasanya kalau jalan-jalan ke gunung itu kurang lengkap rasanya tanpa membawa tenda. Untung di rumah mas Bro ada tenda yang baru dipakai dari Jogja dan masih ada di dalam karier. Perlengkapan sudah, tenda juga sudah, masih kurang apa lagi ya?? Oh iya, kamera. Kan gak seru jika maen kemana gitu gak ada dokumentasinya..hehehe Berhubung kita berdua tidak punya kamera, pinjam! Akhirnya ada teman yang rela kamera kesayangannya berpindah tangan lengkap dengan tripod nya. Waahh serasa menjadi wisatawan dadakan nih, padahal hampir semua barang-barangnya hasil pinjaman. hehehe