Monday, 3 October 2016

Tentang Madu Ventura

Hai, apa kabar kawan? Lama sekali tidak membuka blog ini... Hahaha. Kali ini saya hadir kembali karena ada suatu hal yang harus saya utarakan. Memang sih tidak ada hubungannya dengan kondisi sosial dan masyarakat Indonesia. Ini hanya tentang setetes cairan manis biasa disebut dengan MADU. Ya, kali ini saya akan sedikit membahas tentang madu, sedikit sekali. Nama nya Madu Ventura.
madu ventura, madu asli banyuwangi
Logo Madu Ventura
 "Madu Ventura? Madu apaan tuh? yang saya tahu madu itu ya madu randu, madu kelengkeng, madu blewah dan laok laok nya.." Seorang teman tiba-tiba bertanya memotong pembicaraan saya. Hmm.. Jadi begini... Ventura itu bukan nama tumbuh-tumbuhan yang bunganya dihisap oleh tawon kemudian menjadi madu, bukan itu. Madu Ventura adalah nama label, bahasa gaulnya itu merk, yang memulai usahanya berawal dari kegalauannya tentang maraknya madu palsu di pasaran.

Madu-madu yang dijual oleh penjual nakal biasanya dicampur dengan air dan larutan gula agar volume madunya bertambah, sehingga keuntungan yang diperoleh juga akan melonjak. Mereka tidak sadar telah mengurangi manfaat yang luar biasa dari madu itu sendiri. Bahkan tidak hanya itu, para pembeli madu akhirnya menjadi paranoid, sedikit-sedikit curiga kalau madu yang dijual oleh penjual lainnya palsu.

Nah, karena itulah Madu Ventura memberanikan diri muncul di dunia per-madu-an dengan tujuan untuk membantu konsumen mendapatkan madu asli 100% tanpa rasa takut. Karena Madu Ventura berusaha untuk mengawasi proses panen madu secara langsung dari para pencari madu hutan hingga proses pengepakan. "Memang konsepnya sangat sederhana, tetapi niatnya memang hanya untuk membantu. Karena bagi saya, menjual itu tidak melulu tentang profit dan duit, menjual itu proses membantu konsumen untuk memenuhi kebutuhan nya. Saya senang sekali bisa bermanfaat bagi orang lain" Kata Widodo, pemilik usaha rumahan yang mulai akan berjalan ini, Madu Ventura.

So, percayakan kebutuhan madu asli anda ke Madu Ventura. Alamatnya di desa Cluring, Banyuwangi.

Jika anda berminat untuk memiliki madu asli Ventura, silahkan hubungi kami di 081261596162. BBM D0E13FB3. Terimakasih...

SUMBER: http://maduventura.blogspot.co.id/

Wednesday, 8 June 2016

Logo SWAPENKA Fakultas Ilmu Budaya

Perubahan nama Fakultas Sastra Universitas Jember menjadi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember menjadi kabar gembira yang ditunggu-tunggu oleh seluruh warga fakultas. Hal tersebut juga mempengaruhi SWAPENKA sebagai salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak di bidang kepencinta-alaman. Lho kok perubahan nama bisa berpengaruh terhadap organisasi? Iya, SWAPENKA adalah lembaga yang strukturnya terletak dibawah lembaga Fakultas.

Perubahan tersebut hanya mempengaruhi tulisan pada logo SWAPENKA saja, tidak merubah keseluruhan logo. Pada logo SWAPENKA yang lama tertulis "Fakultas Sastra Universitas Jember" nah tulisan inilah yang dirubah menjadi "Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember".

Sesuai dengan ketentuan dari organisasi, proses persetujuan pergantian logo telah ditetapkan pada Rapat Akhir Tahunan Anggota (RATA) XXV SWAPENKA yang telah diadakan pada tanggal 27-29 Mei 2016 dan dilanjutkan pada tanggal 4-5 Juni 2016 kemaren.

Sekarang tulisan pada logo SWAPENKA telah resmi berubah. Berikut ini adalah perubahan nya dari logo yang lama menjadi logo baru yang sudah diresmikan.
logo swapenka, swapenka fib
Logo lama SWAPENKA
logo swapenka, swapenka fakultas ilmu budaya
Logo baru SWAPENKA

Akhirnya Skripsi Gue Beres Bro!!!

skripsi sastra inggris
Kira-kira sudah satu tahun yang lalu blog ini saya telantarkan tanpa tersentuh sama sekali dengan alasan klasik bagi mahasiswa semester 14 lebih, ya skripsi. Gara-gara alasan skripsi lah saya tidak menulis disini. Namun, sekarang alhamdulillah tugas negara (skripsi) sudah selesai.

Perjuangan untuk menyelesaikan skripsi tersebut tidak semudah yang dibayangkan oleh adik-adik tingkat atau tetangga sekitar rumah yang selalu menanyakan kapan lulus... hahaha. Apalagi bagi mahasiswa yang hampir mendekati garis Drop Out (D.O). Tekanan jiwa dan raga terasa begitu berat. Pressing karena melihat adik kelas yang sudah diwisuda duluan, pressing dari para mantan yang sudah menggendong anak, dan pressing dari tukang tambal ban yang sekarang sudah naik haji.

Ibu Ketua Jurusan tidak lelah untuk menyemangati saya agar segera menyelesaikan skripsi, mulai dari cara yang halus sampai haluuuusss sekali telah digunakan nya. "Nak, jika bulan ini proposalmu belum siap silahkan mengajukan surat permohonan pindah kuliah.!" Nah, itulah kata-kata horor yang keluar dari Bu Kajur.

Sereeem Broo!! itungan nya sudah lama-lama kuliah selama hampir 15 semester masak disuruh pindah, kan eman-eman. Beban moral yang sangat sangat berat pastinya jika tidak lulus. Dengan sisa waktu yang kurang dari dua bulan lagi dari batas akhir, saya bulatkan tekad untuk ngebut menyelesaikan nya.

Pagi mulai ketemu dan konsultasi dengan dosen pembimbing, siang sampai malam (bahkan sampai menjelang pagi) nggarap skripsi di kontrakan. Begitu seterusnya hingga dua minggu. 2 Minggu Bab 1-5 beressss... Gila..!! Gak masuk akal.!! dan Amaziiing.!!

Thursday, 23 April 2015

Seminar Skripsi Ecocriticism Sudah di Depan Mata

ecocriticism narnia

Selamat siang para penggemar. Curhat lagi nih tentang kuliah yang tak kunjung usai. Alhamdulilah, setelah sekian lama bergulat dengan teori baru bernama Ecocriticismproposal saya diterima dan di ACC oleh pembimbing. Kendala saya dalam mengerjakan proposal dan skripsi adalah sedikitnya referensi yang mumpuni dalam teori ecocriticism. Memang sangat sulit mempelajari teori-teori baru, namun karena ini teori baru saya menjadi tertarik. Menjadi sebuah tantangan yang mengasyikkan untuk dipelajari.

Background saya sebagai pencinta alam di kampus satra juga menjadi salah satu alasan saya kenapa tetap ingin belajar teori Ecocriticism. Ecocriticism dan Pencinta alam memiliki kesamaan persepsi dan pandangan mengenai lingkungan dan alam di sekitar kita.

Teori Ecocriticism menitik-beratkan terhadap hubungan timbal balik antara karya sastra dengan kondisi lingkungan fisik. Ilmu-ilmu mengenai ekologi yang saya peroleh di pencinta alam SWAPENKA sangat membantu mendalami Ecocriticism.

Di dalam skripsi saya nantinya ingin mengupas isu-isu lingkungan yang digambarkan dalam novel karya Clive Staples Lewis, atau yang sering disebut C.S Lewis. Novel Narnia. Kalian pasti sudah membaca dan melihat film nya bagaimana Narnia itu diceritakan. Narnia menceritakan tentang dunia imajinasi dan mitologi. Didalamnya ada berbagai mahluk mitologi dan hewan serta tumbuhan yang bisa berbicara.

Memang benar apa kata orang-orang, bahwa cerita Narnia itu mengarah pada tema agama. Namun, saya memberanikan diri untuk menganalisa sebuah novel agama dari sudut pandang yang berbeda, yaitu sudut pandang lingkungan.

Bisa dibayangkan bagaimana nekatnya membahas hal yang minoritas kan?

Hari ini, 23 April 2015, teman saya seperjuangan angkatan '08, Eko Suryo Nugroho, seminar proposal skripsinya. Nah, teman saya saja sudah seminar tapi saya masih belum. hehehe. Insyaallah sebentar lagi saya juga akan menyusul nya untuk segera seminar proposal skripsi, dan seminar saya tentang Ecocriticism tentunya. Semangat buat saya sendiri!!

Tuesday, 21 April 2015

Hari Bumi 2015, Apa Yang Saya Lakukan?

Selamat malam para penggemar, bagaimana kabarnya di hari Kartini yang tepat pada tanggal 21 April 2015 ini? Pasti bagi para perempuan ini adalah hari yang menggembirakan. Begitu pula saya, seorang mahasiswa tingkat akhir yang masih berkutat dengan skripsi tak kunjung usai. Saya baru sadar jika besok itu tanggal 22 April adalah Hari Bumi. Entah kebetulan entah kebenaran, hari kartini bergandengan dengan hari bumi.

Oke, setelah sekian lama tidak aktif di blog, saya saat ini masih bingung mau menulis apa. hahaha... Jadi saya putuskan untuk membahas Hari Bumi saja.

hari bumi 2015

Saya tidak mau muluk-muluk membahas Global Warming atau apalah itu, saya mau menceritakan tentang apa yang ada di sekitar saja. Mulai dari Kampus saya, Fakultas Sastra Universitas Jember, tercinta. Sebagai mahasiswa yang hampir mendapat Gelar "The Legend" di kampus, saya bisa dibilang agak sangat paham dengan kondisi kampus ini.

Fakultas Sastra memang terkenal sebagai kampus yang paling hijau di Unej, pohon-pohon besar nan meneduhkan bisa dengan mudah kita jumpai disini. Taman-taman dengan berbagai macam bunga menambah keasrian Sastra, ditambah lagi halaman depan kelas sudah dipermak dengan rumput hijau seperti karpet. Pokoknya bisa betah lama-lama di kampus. Rindang nya pepohonan selain membuat udara terasa lebih segar, itu bisa menarik burung-burung untuk tinggal.

Di depan UKM SWAPENKA sudah ada sarang burung permanen, tempat itu menjadi langganan burung emprit untuk membuat sarang nya. Sekarang burung-burung yang setiap pagi berkicau mulai berani untuk mendekat. Mereka sudah berani turun ke tanah walau banyak teman-teman yang seliweran.

Saya dan beberapa kawan Swapenka beberapa hari yang lalu memang sengaja menyibukkan diri dengan membibitkan tanaman yang tersebar di kampus guna menyambut Hari Bumi besok, 22 April 2015. Awalnya kami mencari bibit-bibit pohon di sekitaran Sastra, apapun itu. Dengan tujuan utama untuk menambah hijaunya kampus.

SWAPENKA memang hobi bertanam ria tidak harus menunggu hari bumi untuk hal yang satu ini. Bibit pohon tertata rapi di depan kesekretariatan. Jika tidak habis ya bisa diberikan ke teman-teman pencinta alam yang lain.

Namun, akhir-akhir ini pikiran saya diruwetkan oleh adanya pe-mavingan di komplek UKM. Yaitu rencana ditutupnya tanah yang menjadi resapan air ini oleh beton paving. Mulai dari depan EDSA, kantin Sastra baru, hingga depan swapenka akan dipaving dengan alasan agar Sastra terlihat lebih rapi.

Rapi itu seharusnya juga tidak harus mengesampingkan kebutuhan alam. Pikir-pikir dulu atau setidaknya ngobrol dengan mahasiswa jika mau ngapa-ngapain. Toh, fasilitas itu juga nantinya ditujukan untuk mahasiswanya. Jika membangun tapi mahasiswanya gak sreg kan sama saja percuma. Buang-buang uang. Rapi namun resapan air berkurang, itu namanya tidak ramah lingkungan.

Saya sebenarnya punya sedikit saran yang bisa menghemat pengeluaran pembangunan kampus Sastra. Tanah di depan UKM SWAPENKA tolong jangan dipaving, kami ikhlas kok. Lumayan kan bisa menghemat beberapa ratus paving, pasir dan semen. Uangnya bisa diguinakan untuk membangun yang lebih berguna. Atau bisa diberikan ke mahasiswa untuk melakukan kegiatan kecil-kecilan.

Mengenai paving tadi, saya jadi berfikir kemana-kemana. Mulai dari berkurangnya resapan air bila musim hujan tiba, yang berwenang bilang "di sela-sela paving itu kan bisa menyerap air, Mas." Jawaban yang mak-jleb deh. Kemudian saya kepikiran burung emprit dan burung-burung yang lain. Burung emprit di depan Swapenka selalu turun ke tanah untuk mencari rumput buat bahan sarangnya. Nantinya saat tanah itu dipaving, rumput-rumput tidak bakalan bisa tumbuh lagi. Si-Emprit pasti kebingungan mencari bahan sarangnya.

Terus, besok pada Hari Bumi tanggal 22 April 2015 apa yang akan saya lakukan?